Teringat papahku yang baru aja meninggal 1 tahun kemaren, aku dan adikku bercerita tentang masa anak-anak kami. Jujur kadang-kadang aku kangeennnnn banget sama papahku, walaupun beliau wataknya sangat keras.
Aku terlahir sebagai anak pertama dari papahku dan anak ketiga dari mamahku, aku menghabiskan masa sekolah dengan sangat terhitung, apalagi masalah uang. Pada saat kuliah aku menduduki perguruan tinggi negeri di fakultas Arsitektur yang notabene pengeluaran yang harus di keluarkan pada saat itu sangat besar, bukan saja untung kuliahnya tapi untuk membeli peralatan seperti rapido, penggaris, tinta rapido, kertas-kertas kalkir, buku-bukunya.
Kedua orang tuaku bekerja sebagai PNS yang mana penghasilannya sangat pas-pasan. Aku dan adikku adalah seorang perempuan, yang mana selera seperti belanja dan berpakaian pasti ada. Jujur pada waktu SMA uang jajanku hanya Rp.3000,- tapi rasanya lebih dari cukup bagiku, karena kami dibiasakan sarapan dan bawa minum dari rumah. Untuk membeli LKS (Lembar Kerja Siswa) aku harus nyicil, itu pun kalau waktunya bayar rasa tidak tega untuk meminta pada mamahku, papahku terkenal dengan pelit bagi kami, jadi untuk minta uang untuk membeli segala keperluan hanya pada mamahku. Pada saat kuliah uang jajanku Rp.5000,- coba bayangkan anak kuliah jajan Rp.5000,- itu termasuk untuk uang bensin motor, fotocopy, beli kertas-kertas dan semuanya. Aku rela ngga jajan di kantin kampus hanya untuk keperluan itu semua. Pernah terpikir untuk kuliah sambil bekerja, tapi yang pernah jadi mahasiswa atau mahasiswi Arsitek pasti tau, tak ada waktunya untuk itu, karena malam harinya udah begadang ntuk mengerjakan tugas-tugas gambar. Adikku umurnya cuman beda 1 tahun denganku, dia masuk ke universitas swasta, dia bisa bekerja pada malam harinya. Alhamdulillah aku bisa mendapatkan beasiswa yang bisa ku pakai untuk kebutuhan kuliahku.
Dan karena itu kami menceritakan memori-memori kenangan yang kami dapat di jalan hidup kami, adikku sempat merasakan dunia kerja menjadi SPG (sales promotion girl), bagaimana sakit hatinya dia yang dengan tulus bekerja untuk bayar kuliahnya sendiri dan membeli perlengkapan yang dia butuhkan, dilihat sebelah mata sama orang-orang yang menilai rendah pada perempuan. mereka menganggap bekerja sebagai SGP adalah perempuan gampangan. Aku pernah iri dengan adikku yang sempat merasakan dunia kerja untuk membiayai kuliahnya. Air mataku menetes bila mengingat itu semua..... hmmmft ya Allah.
Sekarang kami sudah berkeluarga, aku berharap dan berdoa semoga kami selalu diberi kehidupan yang tenang, damai, berkecukupan selalu, selalu di jalannya dan selalu mengingat Allah SWT, amien.....
PS: * Semoga anak-anak kami kelak tidak pernah merasakan yang kami rasakan dan semoga kami menjadi orang tua yang selalu bersyukur dan menyayangi anak-anaknya .....
*Semoga Allah SWT mengampuni dosa-dosa papahku yang sudah meninggal, rahmatilah dia, bebaskan dari siksa kubur, terangi kuburnya, luaskan kuburnya dan ramaikan kuburnya.



.jpg)
.jpg)




































